Wednesday, 20 September 2017

Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriyah

19:37:00 0
Assalamu'alaikum,

Mari sambut akhir dan awal tahun Hijriah dengan doa.

Doa akhir tahun dibaca ba'da asar dan doa awal tahun dibaca ba'da maghrib.
 


DOA AKHIR TAHUN :

وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَّتِكَ ، فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ . وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ ، فَأَسْئَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dankeselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya.

Ya Allah,segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu,sedang kami belum bertaubat,padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya,dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan,semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad,keluarga dan sahabatnya.

DOA AWAL TAHUN :

وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَآئِهِ وَجُنُوْدِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّـارَةُ بِالسُّوْءِ وَاْلإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه وصحبه اجمعين
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempatbergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya.
Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta parakeluarganya dan sahabatnya.

Selamat Tahun Baru Hijriah 1439 H

Tuesday, 29 August 2017

Akad - Payung Teduh (Versi Sunda)

10:07:00 0



Kacida bagjana haté abdi
Nalika calik duaan jeung anjeun
Mapah sareng anjeun
Neng nari sareng abdi

Lamun téa mah ayeuna téh poé panungtungan
Nanging abdi tetep bungah
Ku abdi disukuran
Sakitu wé ayana

Saumpama anjeun palay nyalira
Énggal énggalkeun wawartos ka abdi
Supados teu miharep
Antukna anjeun sedih

Saupami waktosna tos sumping
Kahoyong anjeun janten pun bojo
Mapah sasarengan dina mentrang sareng hujan
Ngadigdig kaditu kadieu teras gumujeng

Nanging pami waktos papisah tos sumping
Ijinkeun abdi ngajagi salira
Duaan rarangkulan na wanci sariak layung
Kersa teu anjeun ngaréncangan abdi

Saumpama anjeun palay nyalira
Énggal énggalkeun wawartos ka abdi
Supados teu miharep
Antukna anjeun sedih

Saupami waktosna tos sumping
Kahoyong anjeun janten pun bojo
Mapah sasarengan dina mentrang sareng hujan
Ngadigdig kaditu kadieu teras gumujeng

Nanging pami waktos papisah tos sumping
Ijinkeun abdi ngajagi salira
Duaan rarangkulan na wanci sariak layung
Kersa teu anjeun ngarencangan abdi
Kersa teu anjeun janten réréncangan
kersa teu jadi pun bojo



Sunday, 6 August 2017

Chord Lagu Hawari : Labuhan Hati

16:39:00 5

C                C
Kau istriku permataku
Am                Am
Senyumanmu penawar duka lara
    F                        G
Hibur hati tentram jiwa dalam hidup

C                C
Bersamamu bahgialah
Am                Am
Cerialah hidupku didunia
    F                        G
Jadi syurga sebelum syurga yang abadi
        C
Labuhan hati....

    Am            F        Dm        G
Setiamu jadi bukti teguhnya hati
    Am            F        Dm        G
Do’a suci kasih sayang jadi ikatan jiwa

    C                    Am
Seperti matahari tiada berhenti
        F                G
Memancar sinarnya sepanjang hari
    C                    Am
Seperti sinar bulan bintang berkelipan
        F                G
Begitu indahnya dirasakan

C                C
Pandanganmu sejukanku
Am                        Am
Kau anugerah terindah dari tuhan
F                        G
Kau amanah kan kujaga hingga akhir
C
Usiaku....

Labuhan hatiku jiwaku cahayaku
Download Lagu labuhan hati .mp3

Wednesday, 12 July 2017

Idola Akhwat dan Pernikahan

10:51:00 0


Akhir tahun 90-an sampai awal tahun 2000, kawula muda muslim di Indonesia tercatat sedang tinggi ghirahnya (ghirah = semangat).
Remaja putri berbondong-bondong menutup aurat, mengenakan jilbab yang pada jaman sebelumnya dianggap kucel dan tidak kece.
Pilihan bacaan bergeser dari majalah Gadis dan Mode menjadi Annida. Kisah-kisah fiksi Islami bertaburan dan sempat meraja.
Di segmen hiburan, lahir pula sederet grup-grup nasyid yang mengenalkan warna baru dalam lagu. Tak hanya lirik reliji yang syahdu dalam karya musik Bimbo namun menjadi sajian nada indah dari Raihan dan SNADA.
Makin ke sini bertambah grup-grup nasyid yang lebih semarak. Dari yang mendayu-dayu sampai yang ngerap. Muncul pula grup-grup yang personilnya lebih muda, dan lebih ganteng.
Di era 2002-2005 saya mengingat banyak sekali munsyid (sebutan untuk penyanyi nasyid) yang muda dan 'digilai' para muslimah. Saya sering menyaksikan wajah berbinar seorang akhwat saat bercerita betapa kerennya grup nasyid anu, betapa meriah konsernya, dan betapa sukanya ia pada personil tertentu.
Dulu, sempat saya berbincang dengan rekan sejawat mengenai fenomena nasyid ini. Kami mempertanyakan apa bedanya histeria para akhwat saat nonton konser nasyid dengan histeria remaja lain saat nonton boyband barat? Sama-sama jerit-jerit dan teriak, "iih gemeees".
Beberapa waktu terakhir ini, saya menyaksikan fenomena yang mirip. Dimulai dari Fatih Seferagic, hafiz muda asal Amerika Serikat yang pernah diundang ke Indonesia. Diundang ke sana kemari (which I don't mind, really), dan .... dipuja para akhwat.
Saya sempat melihat video saat Fatih diundang ke Bandung, berdampingan dengan Kang Emil dan banyak remaja putri yang berteriak tertahan menyaksikan ketampanan (?) Fatih. Ibu-ibu tak ketinggalan. Kaum perempuan berebut ingin berfoto bersama Fatih.
Pekan ini, giliran Muzzamil Hasballah yang menjadi fokus. Ia menjadi tersangka utama gerakan patah hati nasional (setelah sebelumnya dipegang oleh Raisa-Hamish).
Selama beberapa hari, saya melihat banyak akhwat memasang tagar patah hati nasional, sebab Muzzamil yang saleh dan penghapal Quran menikahi seorang perempuan asal Aceh.
Memang tak ada jerit tertahan kali ini. Memang tak ada teriakan histeria. Namun banyak sekali rangkaian kalimat yang mau tak mau membuat saya terenyuh.
Hai, para akhwat, apa yang terjadi dengan kalian?
Memang kalian tidak mengidolakan Shawn Mendez atau Zayn Malik. Kalian mengidolakan seorang muda penghapal Quran yang tak hanya pintar secara akademis namun juga secara spiritual. Tapi pantaskah segala macam ucapan,
"Ah mau deeeeh punya suami kayak Muzzamil, kayaknya hidup jadi adem ..."
Sis, istighfar atuh, sis. Izzah mana izzah? (= Kehormatan diri)
Lebih lucu lagi, ketika banyak emak-emak yang sama bapernya. Ikutan nimbrung berkomentar betapa kerennya seorang Muzzamil. Bahkan saya lihat seorang ibu mention nama suaminya di statusnya. Husnuzon-nya mah mungkin biar suaminya baca dan mencarikan menantu seperti Muzzamil untuk anak mereka. Ehh.
Ya ya, saya tahu. Mungkin sebagian dari mereka mungkin bercanda. Sebab saya juga tukang heureuy. Sebab saya juga ketawa geli membaca beberapa twit soal Hamish-Raisa atau Chelsea-Bastian.
Tapi ketika segerombolan remaja muslimah berjilbab rapi terpesona terhadap sosok-sosok tertentu, apalagi sampai baper berlebihan, kok saya ga enak melihatnya ya.
Mungkin karena ekspektasi saya terhadap para akhwat begitu tinggi. Mungkin. Padahal toh usia mereka sama mudanya dengan remaja lainnya.
Cerita sedikit.
Ada dua orang mahasiswi yang beres saya mengajar terkadang menunggu saya di tempat parkir. Buat apa? Buat curhat.
Salah satu dari mereka mengadu soal jodoh yang tak kunjung tiba, padahal dia sudah sangat ingin menikah. FYI, keduanya berjilbab amat rapi, sopan dan relijius.
Sementara yang satu lagi cemas soal bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis tanpa terjerumus fitnah.
Keduanya ingin segera mengakhiri masa kesendirian di usia muda (mereka usia sekitar 19-20 tahun) dan bertemu dengan ikhwan soleh.
"Soleh aja cukup?" Tanya saya.
"Ya harus udah punya penghasilan juga atuh Miss"
Saya mengangguk setuju.
"Siap berumahtangga?"
"Siap." Angguk mereka mantap.
"Siap jadi ibu?"
Mereka ketawa berdua.
Semakin lama mengobrol dengan mereka semakin ragu saya dengan itikad baik itu. Akhirnya saya menyarankan, bagaimana kalo sambil menunggu jodoh, mereka terus belajar dan bekerja. Karena kalau cuman menunggu aja, waktu yang ada jadi tersia-sia.
Anak-anakku yang solehah,
Saya yakin perempuan yang berjodoh dengan Muzzamil adalah perempuan istimewa. Ia pasti sama baik dan berharganya.
Urusan jodoh itu pelik dan serba mengejutkan. Sebab ia datang tak disangka. Namun ustadz saya selalu bilang, kalau kamu mau jodoh yang baik, kamu dulu yang baik. Kalau kamu pengen anakmu baik, kamu dulu yang jadi baik.
Jangan terjebak dengan mimpi menikah di usia muda dengan seseorang yang soleh dan mapan. Sebab jalan menuju ke sana tidak instan seperti indomie sambal matah.
Kenapa kalian tidak bertekad mendapatkan jodoh yang baik sambil santai? Ndak usah nggrusu, kata orang Jawa.
Sementara itu, pintarlah kamu. Belajar yang banyak. Sebab menikah bukan hanya soal memandangi suamimu yang ganteng sambil memanaskan sayur kiriman mertua.
Pada waktunya kamu akan tau bahwa tidak segampang itu hidup bersama orang yang sama seumur hidupmu.
Pada waktunya kamu mungkin akan hamil, melahirkan, mengurus anak. Sudah siap belum? Sementara nanti ada masa kehamilan yang berat, kelahiran yang super berat dan baby blues yang menyiksa.
Jangan terlalu sering nonton drama Korea atau film India yang endingnya pasti hepi. Pernikahan bukan hanya soal jantung yang menghentak saat ia memandangimu sambil menyodorkan setangkai mawar merah.
Please, be smart.
Sekarang kita butuh mamak-mamak yang pintar luar biasa. Emak bijak yang takkan gampang rempong saat membaca berita hoax yang belum tentu benar.
Dan untuk bisa begitu, tidak akan bisa dicapai hanya dengan menjerit-jerit melihat wajah Fatih Seferagic dan menangis baper melihat Muzzamil menikah.
Bangun hei,
Muzzamil dan Fatih itu contoh baik. Namun kalian tidak kenal mereka. Dan kecil kemungkinannya, kalian akan bertemu mereka lebih intens daripada sekedar menuliskan komen di instagram.
Jangan membuat para lelaki rendah diri sebab kalian terus-terusan menyebut nama penghapal Quran sebagai benchmark.
Mana tau ada lelaki di luar sana yang baik, agamanya bagus namun ia masih belajar mengaji. Jangan letakkan Muzzamil atau Fatih di antara kalian. Nanti mereka semakin melesak dalam jurang ketidakberdayaan dalam mendongkrak kepercayaan diri.
Sudah jomblo, kuliah belum beres, kerjaan belum jelas, saingannya penghapal Quran lagi.
Saya turut berduka cita deh.
Dan hei, para gadis.
Selagi ada waktu, carilah ilmu sebanyak-banyaknya. Jodoh belum datang, ga usah baper, sekolah lagi aja, sambil nunggu. Belum datang juga, kerja dulu. Santai aja. Kalau kamu usahanya oke, yakin dong sama janji Alloh.
Dan jangan menggampangkan persiapan pernikahan. Jangan berpikir bahwa semua lelaki asal baik akan langsung bisa melamar kamu. Sementara tuntutan masyarakat tinggi, tuntutan keluargamu tinggi. Memangnya kamu mau hanya dipinang pake uang seadanya plus ga pake resepsi? Kalo mau cepet sanah cari penghulu (dan lelaki yang mau).
Ingat, kamu itu hidupnya di dunia nyata. Bukan drama sinetron.
Bangun, dan belajarlah.
Mau mengejar karir kek, mau mendapat jodoh laki-laki soleh kek, semuanya butuh ilmu.
Kasihan anakmu kelak. Ia tak hanya butuh kamu sebagai ibu, tapi ia juga butuh merasa bangga memilikimu (meminjam istilah Pidi Baiq).
Salam perempuan!
*ibu beranak 4 yang ingin semua perempuan pintar*
Catatan:
Tulisan di bawah bikin saya mantap menuliskan ini, gemees akuuu 🤣🤣🤣🤣

Friday, 23 June 2017

Seseorang Yang Bernama Jodoh

09:11:00 2

Orang bilang bahwa seseorang akan dipertemukan dengan jodohnya di waktu yang tepat. Karena sesuatu yang bernilai akan diperoleh dengan perjuangan dan pengorbanan, entah tentang waktu atau materi. Sebagai manusia, tugas kita adalah untuk beribadah di dunia ini. Untuk memenuhi kebutuhan atau hajat hidup maka diwajibkan untuk berusaha atau dikenal dengan istilah ikhtiar. Ya, kewajiban kita adalah ikhtiar dan kita tidak wajib untuk berhasil karena hasil adalah hak prerogratif Allah sebagai pemegang takdir atas setiap hambanya. Namun percayalah bahwa hasil tak akan pernah menghianati usaha. Yakinlah bahwa dalam setiap usaha akan ada nilai di sisi Allah. Aku percaya tiada yang sia-sia Semua 'kan ada hikmahnya (lagu).

Man Jadda Wa Jada , Al Ujroh Biqodril Masaqoh ,Hard Work Will Never Betray You

Yakinlah bahwa jodohmu akan datang, silakan baca postingan di link ini kalau gak percaya JODOH PASTI BERTEMU

Ok, saya rasa cukup ngalor ngidulnya karena dalam kesempatan ini saya ingin menceritakan tentang seseorang yang bernama jodoh. Setiap orang dipertemukan dengan jodohnya dengan cara yang bervariasi dan bermacam-macam kisah. Kebayang dong kalau semuanya sama jadi gak rame hehe, cerita ftv aja macem-macem judulnya, Kisah Kasih di Sekolah (lagu lagi), ada cinta di balik Bandung, London Love Story, Cintaku mentok di angkot, Berawal dari Facebook Baruku (lagi-lagi lagu) Baruku, Bertemu cinta di path, line, instagram dan lain-lain (Tulis ceritamu di komentar atau kirim ke email irfan.saprudin@gmail.com untuk saya posting di blog ini).

Dan begitupun dengan saya. Banyak kisah yang menemani langkahku semenjak remaja. Ketika mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda terhadap lawan jenis, pikiran ngalor ngidul ini tak karuan dengan berbagai cerita yang masuk ke dalam pikiranku. 

Beranjak dewasa dan seiring dengan kebutuhan hidup maka visi misi ke arah sana semakin kencang saya tulis. Namun acapkali ada satu hal yang masih menjadi pertimbangan. Keinginan untuk berbakti dan menyenangkan orang tua sedikit membuatku ragu-ragu. Adanya kekhawatiran yang entah kunaon saya rasakan. Takut bila aku tak bisa membagi waktu antara kewajiban berbakti pada sang pemberi restu dan yang akan menjadi tanggung jawabku. Tapi sejatinya bahwa pembelajaran hidup adalah beriring dengan perjalanan kehidupan itu sendiri. Bermodal dengan bekal pendidikan maka manusia akan terus belajar menyikapi berbagai problematika hidup dengan learning by doing. Pengalaman akan membuat kita semakin matang dan mantap berjalan.

Dengan pendekatan pada Sang Penguasa alam dan didorong oleh orang tua akhirnya izin pun turun. Namun yang jadi pertanyaan adalah siapa yang akan menjadi jodohku? Pertanyaan yang sama mungkin bagi kalian wahai para pencari jodoh. Jangan risau jangan bimbang dan jangan gundah gulana, balik lagi ke JODOH PASTI BERTEMU.

Beberapa kali menjalani ikhtiar melalui orang tua, saudara, keluarga dan teman namun tidak ada titik temu yang membuat sesuatu itu terjadi. Khusnudzon dan tetap tawakal ada rumus ketenangan hati setiap muslim ketika saat-saat seperti itu. Jangan sampai terlalu larut dalam kebaperan karena sering stalking sosmed orang yang setiap hari memamerkan kemesraan, apalagi kalau itu sosmed mantan, Hiks. Jangan dong, move on lah, life must go on. You will find the better dan best future with move on, trust me it's work! 

Kuncinya adalah sabar, terus berusaha dan berdoa, cekap sakitu we.


Ok singkat cerita, melalui pertemuan yang unik dan tidak tidak disangka-sangka sebelumnya maka kita pertama bertemu di Bogor, 3 Desember 2016. Cukup satu kali saja bertemu maka saya langsung merasa ada sesuatu maka saya adukan langsung pada Allah untuk memohon ketenangan hati. Maka Allah menjawab saya dengan kemantapan hati. Baik esoknya saya langsung berusaha meyakinkan sang akhwat tenang niat, niat yang muncul dengan Bismillah. Kemudian anjeuna menantang saya "Jika Akang serius silakan langsung temui orang tua saya". Kemudian saya pun menjawab tantangan tersebut pada tanggal 12 Desember 2016 dengan langsung meminta izin kepada ayahnya. Setelah itu untuk menujukan keseriusan dan supaya tidak ada keraguan dan kekhawatiran keluarga disambung pada tanggal 1 Januari 2017 saya pun melamarnya.
Kemudian setelah hari itu mulailah kami dengan berbagai persiapan menuju hari H. Setelah pertemuan keluarga di Bandung Barat maka ditentukanlah sebuah tanggal. Tanggal yang akan tercatat sebagai awal mula dua insan melangkah bersama, acieee...

30 April 2017 dimana saya berjabat tangan dengan ayahandanya, mengambil alih tanggung jawab atas diri dan jiwa raganya. Bismillah.



Tiada yang patut saya ucapkan selain syukur kedapa Allah SWT yang telah mempertemukan dengan yang seseorang yang bernama jodoh.  Jodoh, Ya itu yang setidaknya kita ikhtiarkan. Doa dan harapan supaya tetap menjadi jodoh dunia akhirat dan jodoh itu bernama Wardah Wulya Fauziah. Wanita sholehah berwatak sederhana yang bersedia menemani saya berjuang dengan nama Allah.



Saat saya menulis ini, kami sedang diberikan kabar gembira bahwa istri saya sedang mengandung anak pertama kami, mohon doanya supaya dede utun dan bundanya sehat dan tak kurang satu apapun. Tak sabar sekali rasanya saya ingin berbagi cerita kepada teman-teman semuanya mengenai anak kami nantinya setelah ia terlahir ke dunia.

last but not least, saya doakan teman-teman semua yang sudah bertemu dengan yang namanya jodoh dijadikan keluarga sakinah mawadah warahmah dunia akhirat dan bagi yang belum, insya Allah segera bertemu dengan kekasih pilihan Allah yang akan menjadi jodoh dunia akhiratnya. Aamiin Ya Rabbal'alamin



Thursday, 22 June 2017

Persiapan Jelang Safar (Mudik)

16:01:00 0
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh










Perjalanan Safar di Indonesia indentik dengan tradisi tahunan yang terjadi pada hari besar keagamaan, terutama menjelang lebaran yaitu Mudik menuju kampung halaman. Mari jadikan Mudik kita sebagai perjalanan yang betul-betul mendapat naungan rahmat Allah SWT dengan tetap mendirikan ibadah.

Sebelum Anda memulai perjalanan mudik, berikut ini ada beberapa tips mudik :
  1. Periksalah kondisi kendaraan Anda sebelum berangkat, pastikan sudah melakukan service dan yang paling utama mengganti oli.
  2. Pastikan kondisi kesehatan Anda siap dalam keadaan bugar, sebelum memulai berkendara lakukan dulu olahraga kecil untuk meregangkan otot-otot.
  3. Berhenti pada saat memasuki waktu shalat dan istirahat sejenak, jika terjadi macet panjang usahakan setiap 2-3 jam itu berhenti atau istirahat agar otot tangan dan kaki tidak kaku.
  4. Jika melakukan perjalanan jauh jangan paksakan diri untuk berkendara sendiri, bawa pengganti yang bisa membantu Anda membawa kendaraan.
  5. Pastikan bahan bakar terisi penuh dan cek rute perjalanan untuk mengetahui pom bensin terdekat jika kendaraan mulai kehabisan bahan bakar langsung isi kembali.
  6. Jika sudah mulai terasa kelelahan dan mengantuk segera cari tempat peristirahatan untuk memulihkan kembali stamina.
  7. Jangan lupa bawa kotak P3K dan pastikan kelengkapannya.
Tak lupa hendaknya musafir memperbanyak do’a ketika dalam perjalanan karena do’a seorang musafir adalah salah satu do’a yang mustajab (terkabulkan).
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَالْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
Tiga do’a yang tidak diragukan lagi terkabulnya yaitu do’a seorang musafir, do’a orang yang terzholimi, dan do’a orang tua kepada anaknya.
Semoga tips mudik ini bermanfaat untuk Anda dan sekeluarga khususnya untuk yang melakukan perjalanan safar. Selalu HATI-HATI dan WASPADA ya. Selalu baca Do'a dan dzikir kepada Allah selama dalam perjalanan.



email from : Daarul Qur'an <layanan@daqu.or.id>

Yuk dukung Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an
BCA 603 030 8041
Mandiri 128 000 509 2975
Syariah Mandiri 074 006 5000
CIMB Niaga Syariah 520 01 00342 004
a.n Yayasan Daarul Qur'an Nusantara
sedekahonline.com 

Wednesday, 31 May 2017

Rumah Impian

09:54:00 0
NUMPANG PROMO



Ada Kavling Murah, Bebas Banjir kecuali Banjir nikmat ???  Rugi Klo tidak baca dan ayo segera DP, ajak Keluarga dan temen2nya.

PERUMAHAN EKSKLUSIVE "FIRDAUS REGENCY".
HUNIAN INDAH, NYAMAN, AMAN, DAMAI & BERKAH.

🏠🏤🏬🏡⛺

Tersedia 4 TYPE:
1. Jannatun Na'im
2. Jannatul Ma'wa
3. Jannatul Firdaus
4. Jannatun 'Adn
(Semua Type Ready Stock)

FASILITAS:
1⃣Sungai susu Salsabila
2⃣Danau indah Kautsar
3⃣Pasif income bg semua penghuni
4⃣View Tak Terbatas
5⃣Akses Masuk 8 Pintu
6⃣Taman Main Anak2 Sholeh/Shalihah
7⃣Taman Jutaan Hektar dg buah Segar, Nikmat & Siap Santap dll.
8⃣Bonus Bidadari2 yang cantik jelita
9⃣Hak milik Selama2nya (Abadi)

SYARAT Pemesanan:
👉 Taubat & Kembali kpd Jalan-Nya.
👉 Berpegang Teguh Agama-Nya.
👉 Melaksanakan Syari'at-Nya.
👉 Rejeki yang Halal & Thoyib.

DP:
👉100% Sholat Fardhu & Sunah
👉2,5% Sisihkan harta utk Zakat
👉100% Rajin bershodaqoh & Infaq
👉100% Sempatkan waktu utk membaca Al-Quran, Mengejar Ilmu, Beramal sholeh, Silaturahim, Mendoakan ke-2 Ortu, Berdakwah & Jauh dari maksiat juga menghindari fitnah.

Waktu sangat terbatas !
(karena dibatasi oleh KEMATIAN)

Stock Hunian Tak Terbatas !
Di jamin Bebas Roaming !

Alamat KONTAK:
Sholat Tahajud setiap malam.

Alamat CABANG:
Masjid2, Musholla, Ponpes, Majlis 'ilmu, Majlis Dzikir.

Inilah sebaik-baik tempat tinggal.

Ayo segera DP skrg juga, tidak perlu menunggu tua atau kaya atau pejabat, atau pinter.

Salam Fastabiqul Khoiroot.

Rasulallah Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikanya sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."
( HR. Al-Bukhari).

Copas dari Group WhatsApp Backpaker Jakarta :  Jelajah  Mesjid

https://backpackerjakarta.com/klub-jelajah-masjid/

Sunday, 30 April 2017

Lirik Lagu Tembang Cinta - Nining Meida

17:56:00 0
Judul : Tembang Cinta
Penyanyi : Nining Meida
Cipta : Nano S


Kadeudeuh ka meumeut ka asih
Wening dina imut dina kalbu
Tali asih putih bersih
Dina soca, ah dina rasa
Tali cinta nyampai endah

Ka heman ka tresnan
Ka gandrung liwung
Dina tembang na galindeng
Tali asih ieu panggih
Dina lagu na hariring

Tembang tali kamelang
Tembang tali ka heman
Rasa deudeuh jeung kanyaah
Asih moal pegat

Tembang tali kamelang
Tembang hate kagembat
Dipasih ku ciptaan
Dina tembang cinta urang

Ka deudeuh ka meumeut ka asih
Wening dina imut dina kalbu
Tali asih putih bersih
Dina soca, ah dina rasa
Tali cinta nyampai endah

Tembang tali kamelang
Tembang tali ka heman
Rasa deudeuh jeung kanyaah
Asih moal pegat

Tembang tali kamelang
Tembang tali impenan
Dipasih ku ciptaan
Dina tembang cinta urang

Tembang tali kamelang
Tembang hate kagembat
Rasa deudeuh jeung kanyaah
Asih moal pegat
Tembang tali kamelang
Tembang tali impenan

Thursday, 9 March 2017

Chord Lagu De Sukma : Sebelum Meminangmu

13:29:00 0



                E
Sebelum ku meminangmu
G#                C#m
Aku ingin kamu tahu
                A
Seperti apa diriku
F#            B
agamaku duniaku
                E
Sebelum melangkah lebih jauh
G#                C#m
Kuingin kau mengenalku
                A
Nilai aku senyatanya
F#                B
Jangan terima apa adanya
E
Kumau nanti kita melangkah
B            G#
Berdua mendewasa
    C#m                A        F#        B
Hingga kita siap menjadi pasangan sejati
E                        G#
sebelum aku memintamu jadi pendampingku
C#m                            A
ku mahu kamu tahu mimpi besarku
F#                    B
merenda masa indah kita
            E
Sebelum melangkah lebih jauh
G#                C#m
Kuingin kau mengenali aku
                A
Nilai aku senyatanya
F#            B
Jangan kau terima apa adanya
A     F#    E   A F# G# B
Huuuuuuu... uuuu.........
E
Kumau nanti kita melangkah
B            G#
Berdua mendewasa
    C#m                A        F#        B
Hingga kita siap menjadi pasangan sejati Ohhhhhh
E                        G#
sebelum aku memintamu jadi pendampingku
C#m                            A
ku mahu kamu tahu mimpi besarku
F#                    B
merenda masa indah kita
E                            G#
Dan bila saat itu telah tiba maka
            C#m            B            A
kukan mengajakmu untuk harungi bersama
F#            B            E
Bahagia hingga tanah syurga
F#            B            E
Bahagia hingga tanah syurga...


* Masih dalam tahap penyempurnaan... Mohon doa dan bantuannya

Wednesday, 1 March 2017

Kepada Para Perokok Jalanan

05:44:00 0
Saya ingin mengirimkan satu kalimat buat kalian wahai perokok jalanan. "Water Park!!!!"

Silakan kalian merokok tapi tolonglah jangan di jalanan, jangan di tempat umum. Mengganggu orang lain dengan asap sehingga membuat lingkungan di sekitar kalian merasa tidak nyaman adalah pebuatan dzalim.

Saturday, 3 December 2016

Moving On

13:41:00 0
Hijrahlah untuk menemui takdirmu yang lebih baik. Karena dalam hidup adalah memilih. Memilih diam dalam keterpurukan atau bergerak, moving on, hijrah menuju takdir yang lebih baik. Karena Allah pun memerintahkan kita untuk berikhtiar.