Friday, 23 June 2017

Seseorang Yang Bernama Jodoh


Orang bilang bahwa seseorang akan dipertemukan dengan jodohnya di waktu yang tepat. Karena sesuatu yang bernilai akan diperoleh dengan perjuangan dan pengorbanan, entah tentang waktu atau materi. Sebagai manusia, tugas kita adalah untuk beribadah di dunia ini. Untuk memenuhi kebutuhan atau hajat hidup maka diwajibkan untuk berusaha atau dikenal dengan istilah ikhtiar. Ya, kewajiban kita adalah ikhtiar dan kita tidak wajib untuk berhasil karena hasil adalah hak prerogratif Allah sebagai pemegang takdir atas setiap hambanya. Namun percayalah bahwa hasil tak akan pernah menghianati usaha. Yakinlah bahwa dalam setiap usaha akan ada nilai di sisi Allah. Aku percaya tiada yang sia-sia Semua 'kan ada hikmahnya (lagu).

Man Jadda Wa Jada , Al Ujroh Biqodril Masaqoh ,Hard Work Will Never Betray You

Yakinlah bahwa jodohmu akan datang, silakan baca postingan di link ini kalau gak percaya JODOH PASTI BERTEMU

Ok, saya rasa cukup ngalor ngidulnya karena dalam kesempatan ini saya ingin menceritakan tentang seseorang yang bernama jodoh. Setiap orang dipertemukan dengan jodohnya dengan cara yang bervariasi dan bermacam-macam kisah. Kebayang dong kalau semuanya sama jadi gak rame hehe, cerita ftv aja macem-macem judulnya, Kisah Kasih di Sekolah (lagu lagi), ada cinta di balik Bandung, London Love Story, Cintaku mentok di angkot, Berawal dari Facebook Baruku (lagi-lagi lagu) Baruku, Bertemu cinta di path, line, instagram dan lain-lain (Tulis ceritamu di komentar atau kirim ke email irfan.saprudin@gmail.com untuk saya posting di blog ini).

Dan begitupun dengan saya. Banyak kisah yang menemani langkahku semenjak remaja. Ketika mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda terhadap lawan jenis, pikiran ngalor ngidul ini tak karuan dengan berbagai cerita yang masuk ke dalam pikiranku. 

Beranjak dewasa dan seiring dengan kebutuhan hidup maka visi misi ke arah sana semakin kencang saya tulis. Namun acapkali ada satu hal yang masih menjadi pertimbangan. Keinginan untuk berbakti dan menyenangkan orang tua sedikit membuatku ragu-ragu. Adanya kekhawatiran yang entah kunaon saya rasakan. Takut bila aku tak bisa membagi waktu antara kewajiban berbakti pada sang pemberi restu dan yang akan menjadi tanggung jawabku. Tapi sejatinya bahwa pembelajaran hidup adalah beriring dengan perjalanan kehidupan itu sendiri. Bermodal dengan bekal pendidikan maka manusia akan terus belajar menyikapi berbagai problematika hidup dengan learning by doing. Pengalaman akan membuat kita semakin matang dan mantap berjalan.

Dengan pendekatan pada Sang Penguasa alam dan didorong oleh orang tua akhirnya izin pun turun. Namun yang jadi pertanyaan adalah siapa yang akan menjadi jodohku? Pertanyaan yang sama mungkin bagi kalian wahai para pencari jodoh. Jangan risau jangan bimbang dan jangan gundah gulana, balik lagi ke JODOH PASTI BERTEMU.

Beberapa kali menjalani ikhtiar melalui orang tua, saudara, keluarga dan teman namun tidak ada titik temu yang membuat sesuatu itu terjadi. Khusnudzon dan tetap tawakal ada rumus ketenangan hati setiap muslim ketika saat-saat seperti itu. Jangan sampai terlalu larut dalam kebaperan karena sering stalking sosmed orang yang setiap hari memamerkan kemesraan, apalagi kalau itu sosmed mantan, Hiks. Jangan dong, move on lah, life must go on. You will find the better dan best future with move on, trust me it's work! 

Kuncinya adalah sabar, terus berusaha dan berdoa, cekap sakitu we.


Ok singkat cerita, melalui pertemuan yang unik dan tidak tidak disangka-sangka sebelumnya maka kita pertama bertemu di Bogor, 3 Desember 2016. Cukup satu kali saja bertemu maka saya langsung merasa ada sesuatu maka saya adukan langsung pada Allah untuk memohon ketenangan hati. Maka Allah menjawab saya dengan kemantapan hati. Baik esoknya saya langsung berusaha meyakinkan sang akhwat tenang niat, niat yang muncul dengan Bismillah. Kemudian anjeuna menantang saya "Jika Akang serius silakan langsung temui orang tua saya". Kemudian saya pun menjawab tantangan tersebut pada tanggal 12 Desember 2016 dengan langsung meminta izin kepada ayahnya. Setelah itu untuk menujukan keseriusan dan supaya tidak ada keraguan dan kekhawatiran keluarga disambung pada tanggal 1 Januari 2017 saya pun melamarnya.
Kemudian setelah hari itu mulailah kami dengan berbagai persiapan menuju hari H. Setelah pertemuan keluarga di Bandung Barat maka ditentukanlah sebuah tanggal. Tanggal yang akan tercatat sebagai awal mula dua insan melangkah bersama, acieee...

30 April 2017 dimana saya berjabat tangan dengan ayahandanya, mengambil alih tanggung jawab atas diri dan jiwa raganya. Bismillah.



Tiada yang patut saya ucapkan selain syukur kedapa Allah SWT yang telah mempertemukan dengan yang seseorang yang bernama jodoh.  Jodoh, Ya itu yang setidaknya kita ikhtiarkan. Doa dan harapan supaya tetap menjadi jodoh dunia akhirat dan jodoh itu bernama Wardah Wulya Fauziah. Wanita sholehah berwatak sederhana yang bersedia menemani saya berjuang dengan nama Allah.



Saat saya menulis ini, kami sedang diberikan kabar gembira bahwa istri saya sedang mengandung anak pertama kami, mohon doanya supaya dede utun dan bundanya sehat dan tak kurang satu apapun. Tak sabar sekali rasanya saya ingin berbagi cerita kepada teman-teman semuanya mengenai anak kami nantinya setelah ia terlahir ke dunia.

last but not least, saya doakan teman-teman semua yang sudah bertemu dengan yang namanya jodoh dijadikan keluarga sakinah mawadah warahmah dunia akhirat dan bagi yang belum, insya Allah segera bertemu dengan kekasih pilihan Allah yang akan menjadi jodoh dunia akhiratnya. Aamiin Ya Rabbal'alamin



2 comments:

Mohon komentar yang bermanfaat...
Orang bijak, komentarnya juga bijak n_n


Your comment will be moderated first before posted

Thanks