Thursday, 4 February 2016

Jodoh Pasti Bertemu



Saya hanya ingin bercerita kisah sederhana yang baru saja saya alami. Mungkin terdengar sepele tapi saya merasa perlu untuk berbagi kisah ini, semoga ada hikmah di balik cerita ini.

Berawal dari pagi hari ketika berangkat kerja seperti biasa saya menyalakan motor dan kemudian menyusuri jalan menuju kantor. Di perjalanan saya terbayang pesan kedua orang tua bahwa kebahagiaan itu hakikatnya adalah bersyukur. Nikmati dan syukuri apa yang telah kita capai selama ini akan lebih mendatangkan kebahagian lahir bathin daripada sibuk memikirkan apa yang belum menjadi milik kita, terlebih lagi memikirkan sesuatu yang tidak pada takaran kehidupan kita.

Tak sampai sepuluh menit perjalanan tibalah saya di tempat parkir. Nah, cerita mulai menegangkan ketika saya mencabut kunci motor. Saya mulai tersadar bawa kunci kosan yang saya cantelkan pada kunci motor sudah tidak ada alias hilang. Saya ingat betul semalaman kunci kosan selalu terkait dengan kunci motor. Berusaha tidak panik sekuat pikiran alah.... saya mencoba mengingat di mana letak kunci kosan tadi. 

Terakhir saya sempat mengecek kerapatan pintu yang sudah terkunci, setelah yakin barulah saya berangkat kerja. Di perjalanan saya sempat membeli gorengan dan mencabut kunci motor saya ketika turun dari motor, nah di situ saya gak ingat juga apakah kuncinya masih ada atau sudah hilang. Saat itu saya masih belum ngeuh bahwa kunci motor sudah hilang. Saya sebarkan padangan ke arah sekitar motor siapa tahu kuncinya jatuh, namun ternyata kunci tersebut tidak ada juga. Akhirnya tanpa babibu lagi saya langsung memutar arah dan memacu motor beat hitam yang cicilannya masih enam bulan lagi itu kembali menuju kosan. Satpam penjaga parkir pun terlihat heran melihat tingkah saya yang mungkin lucu pikirnya.

            “Kenapa koq balik lagi” Dia kepo.
            “Ada yang ketinggalan Pak”
            “Aduh. Mau pulang lagi? Jauh atuh”
            “Oh enggak koq, deket di daerah Permata Hijau”

Ngenggg....  balik arah ke kembali ke kosan, dengan agak tergesa-gesa dan harap-harap cemas berharap segera menemukan kunci kosan memacu motor lebih cepat daripada jalan ke kantor tadi. Hmm, saya berpikir kemungkinan bahwa kunci tadi masih tersangkut di pintu kosan dan tidak tercabut ketika berangkat kerja, atau mungkin terjatuh di sekitar pintu. Namun apa yang terjadi, setelah sampai kembali ke kosan, tidak ditemukan kunci bergantung ataupun tergeletak di sekitar kosan. Huft, rada kalau-kalau kunci tersebut ditemukan oleh orang yang kurang bertanggung jawab yang nantinya bisa masuk kosan ketika saya tidak di tempat.

Tapi harapan harus selalu ada, kemungkinan lainnya yaitu kunci terjatuh saat perjalanan menuju kosan. Saya kembali bergegas menyusuri jalan. Secara perlahan namun pasti menyisir setiap sudut jalan. Mata saya memasang sensor lebih kuat dari biasanya. Semeter dua meter akhirnya sampai kembali ke parkiran kantor kantor dan kunci pun tidak ditemukan juga. Pak satpam tersenyum kembali dan saya pun mengangguk dan berlagak seperti tidak terjadi apa-apa. 

Saya mencoba tenang dan segera bergegas masuk kantor, apalagi pagi itu saya juga harus segera berangkat ke daerah Sunter untuk support onsite ke kantor client. Setelah meminta voucher dan naik taxi, di perjalanan kepikiran algi kemana tuh perginya si kunci kosan. 

Mencoba menenangkan hati berbaik sangka kunci tersebut tersimpan dengan aman. Saya ikhlaskan saja  semoga kunci tersebut tersimpan di suatu tempat yang orang lain tidak dapat mengganggu gugat. Saya tawakal pada Allah untuk mengikhlaskan kunci tersebut.


Akhirnya saya pun memutuskan mengirim pesan ke Ibu kos melalui aplikasi whatsapp untuk mengabari bahwa kunci kosan saya telah hilang.

"Bu mohon maaf kunci kamar kosan saya hilang, sepertinya terjatuh tadi di jalan, ada kunci cadangannya ga Bu?"
"Iya ada mas irfan, ke rumah saja"
"Baik Bu, nanti pulang kerja saya ke rumah"

Alhamdulillah masih ada kunci cadangan di ibu kos, setidaknya saya masih bisa masuk kosan tanpa harus membongkar paksa pintu tersebut. Rencananya nanti saya akan duplikat kunci cadangan itu supaya ibu kos tetap punya juga. Namun pikiran saya masih khawatir jika kunci saya ditemukan olah orang jahat. lebay juga ya. Ingat kata orang tua dan guru ngaji ketidak di madrasah, hidup di dunia ini hanyalah persinggahan sementara sebelum menuju negeri akhirat yang kekal abadi. Jangan sampai gemerlap dan ketakutan kita terhadap kehilangan dunia melalaikan kita dari beribadah. Berdoa adalah senjata umat muslim dalam semua kondisi, hanya kepada Allah-lah kita berharap. Yakin dengan ketentuan Allah, karena Dia Maha Tahu Apa yang terbaik.

Saya menjalani hari seperti biasanya, apalagi ketika itu cukup banyak task yang harus diselesaikan ketika support bulanan di client. Karena disibukkan oleh pekerjaan akhirnya saya lupa akan kasus kunci kosan. Kerjaan di client berlalu. Akhirnya saya kembali ke kantor, perjalanan sore hari dari Sunter cukup macet seperti biasanya. 

Sampai di kantor lalu absen pulang saya segera ke parkiran motor. Tiba-tiba rasa penasaran akan hilangnya kunci muncul kembali. Saya kembali mengingat-ingat posisi parkir saat pertama kali tiba pagi tadi.

“Kalau gak salah sebelah sini sih” Saya bergumam pada diriku sendiri.
Celingak celinguk dan ‘tessss’ aww pandanganku terfokus pada benda yang membuat hatiku bergemuruh. Kaget campur senang, karena kunci kosan yang hilang tadi ada di tanah parkiran tempatku tadi parkir. Koq bisa ya, padahal tadi pagi saya sudah mencari juga di sekitaran motor. Mungkin karena di tengah suasana panik dan terburu-buru, tadi pagi mata dan pikiran kurang fokus sehingga kunci yang sepertinya dari tadi ada di sana tidak terlihat. Langsung saja saya ambil dengan perasaan gegam gempita. Alah lebay. Tapi emang bener sih, ada kelegaan yang hanya saya yang dapat rasakan. Satpam penjaga parkir mah sigana gak hare-hare saja.

“Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah” tentunya rasa syukur jangan sampai terlupa. Kunci yang dari pagi jadi beban pikiran akhirnya berhasil ketemu. Saya pun bisa pulang ke kosan dengan hati plong. Saya kirim pesan ke ibu kosan bahwa kunci kosannya sudah ketemu supaya gak perlu lagi minta kunci cadangan.
“Bu, alhamdulillah kunci kosannya sudah ketemu”
“Alhamdulillah”

Hari ini saya banyak belajar dari kejadian-kejadian yang dialami. Salah satu hikmahnya adalah apabila bahwa apabila kita sudah ditakdirkan bersama maka bagaimanapun kisahnya maka akan dipertemukan pada waktu yang indah. Kunci yang sudah saya pasrahkan kemudian malah ketemu lagi, dasar jodoh. Pun begitu, apabila sesorang yang sudah ditakdirkan berjodoh maka akan ada kisah romantis dari Allah Sang Maha Perencana menuliskan kisahnya mempertemukan kita dengan sang jodoh. Haha tina konci jadi nyambung kana jodoh, bae we ah, kumaha urang.

Selain itu, tentunya janganlah terburu-buru dalam melakukan sesuatau. Lakukan dengan tenang dan penuh perhatian, jangan sampai kuncinya hilang lagi. Hehe.










2 comments:

  1. Waaah bgus ya tulisannya.. jadi ini intinya ttg cicilan motor yg masih enam bulan lg y kak??... salam kenaal eaaaaaaa wkwkwkwk

    ReplyDelete

Mohon komentar yang bermanfaat...
Orang bijak, komentarnya juga bijak n_n


Your comment will be moderated first before posted

Thanks